Gejala Penyakit Vertigo

Gejala penyakit vertigo yang lebih ringan dapat dideskripsikan sebagai perasaan pasien seperti sedang berada diatas kapal. Penyakit vertigo merupakan persepsi gerakan yang salah, baik persepsi dalam diri pasien terhadap keadaan sekitarnya, sebagai akibat dari ketidakseimbangan, input vestibular. Beberapa pasien mengalami vertigo berat dunia sekitar seolah berputar di sekeliling mereka, dan disertai oleh muntah dan hilangnya keseimbangan.  Pusing merupakan keluhan yang paling sering harus diperhatikan apakah pasien benar-benar mengalami vertigo, atau ada arti lain, misalnya presinkop atau cara berjalan yang tidak stabil.

Gejala penyakit vertigo

Gejala penyakit vertigo

Adanya gejala vertigo lain yang berhubungan dapat membantu menentukan lokasi lesi pada jaras vestibular. Sehingga gejala vertigo saja atauu disertai kombinasi dengan gejala koklearis lainnya (pendengaran kurang, tinitus) menunjukkan gangguan vestibular perifer.

Pada umunya gejala penyakit vertigo akan merasakan sensasi gerakan seperti berputar baik dirinya sendiri atau lingkungan yang berputar. Selain itu, kadang ada juga yang disertai gejala mual atau muntah, berkeringat, dan gerakan mata yang abnormal. Gejala ini bisa terjadi dalam satuan menit atau jam, dapat bersifat konstan atau episodik (kadang-kadang). Ada pula yang merasakan telinga berdenging gangguan penglihatan, lemah, sulit bicara, atau kesulitan berjalan.

Semua gejala vertigo perlu dievaluasi oleh dokter. Sebagian besar penyebab munculnya gejala pada penyakit vertigo tidak berbaha, dan pada umumnya dapat diatasi dengan pengobatan. Pilihan obatnya tergantung dari diagnosis jenis vertigo dan penyebab vertigonya.

Diagnosa dan Penyebab Gejala Penyakit Vertigo

diagnosis gejala vertigo patogologis bisa bermacam-macam jenis. Ada yang sementara atau persisten, Fungsional atau struktural penurunan nilai vesribular atau nilai visual, atau sistem proprioseptif sistem atau dari pusat integratif melalui suatu mekanisme juga menyebabkan ketidakcocokan. Dengan kata lain adalah banyaknya hal yang harus kita pertimbangkan sebelum menentukan diagnosis gejala vertigo. Evaluasi yang dilakukan pada gejala penyakit vertigo memiliki dua tujuan yang mendasar yakni: menentukan lokalisasi sumber asalnya dan menentukan stiologinya atau penyebabnya dari gejala yang terjadi pada penyakit vertigo.

Sebelum anda mulai untuk melakukan pengobatan, anda harus menentukan sifat dan penyebab dari munculnya gejala vertigo yang anda alami.

Penyebab penyakit vertigo yaitu:

1. Gangguan telinga bagian dalam.

Sebagian besar penyakit gejala vertigo itu tejadi ketika seseorang dengan secara tiba-tiba mengubah posisi kepalanya. Misalnya ketika anda sedang bangun tidur atau berdiri dengan cepat. Pusing yang terjadi akan hilang dnegan sendirinya setelah beberapa menit. Vertigo jenis ini terjadi akibat adanya masalah yang ada pada telinga anda bagian dalam dan dikenal dengan nama Benign Paroxysmal Positional Vertigo.

2. Penyakit Meniere

Penyakit meniere termasuk penyebab gejala penyakit vertigo yang terjadi akibat volume endolimfe yang juga berhubungan dengan distensi seluruh sistem endolimfatik. Penyakit meniere mengakibatkan telinga bagian dalam mempunyai banyak cairan yang pada akhinya akan mempengaruhi keseimbangan tubuh anda. Rasa pusing yang terjadi dapat berlangsung selama setengan jam atau bahkan bisa lebih lama lagi.

3. Mabuk kendaraan dan posisi tidur.

Berpergian jarak jauh dengan menggunakan kendaraan darat, laut dan udara yang sering menimbulkan masalah mabuk kendaraan. Mabuk tersebut akan memancing datangnya gejala penyakit vertigo yang sedang anda derita. Atau bantal pada kepala anda yang terlalu rendah atau terlalu tinggi bisa mempengaruhi munculnya gejala vertigo dan apalagi ketika anda bangun tidur langsung bangun dengan cepat.

5. Penyebab gejala penyakit vertigo yang lainnya

Gejala vertigo dapat muncul karena berbagai faktor lain di atas seperti perasaan cemas pengaruh alkohol, terhisap zat kimia, berada dalam ruangan yang tertutup yang terlalu panas, yang dapat menjadi penyebab gejala vertigo.

Cara mengatasi gejala penyakit vertigo

Gejala yang terjadi pada penyakit vertigo yang anda derita dapat dicegah dengan cara melatih vestibuler pada diri anda. Anda dapat melatih vestibular untuk mengatasi gejala vertigo yang anda derita yang dapat anda lakukan dengan cara:

1. Berdiri dengan tegak, buka mata dan kemudian tutup kembali. Lakukan gerakan ini secara berulang-ulang sebanyak 5 kali.

2. Gerakan dengan kepala berputar. Pasang dagu anda ke dada, mulai putar kepala ke kiri, dan mengubah ke arah kanan, lakukan berulang-ulang sebanyak 3 kali.

3. Gerakan wajah menghadap ke atas, lalu turunkan wajah dengan perlahan-lahan sampai menghadap ke bawah. Kemudian naik lagi menghadap ke atas dengan perlahan-lahan dan lakukan gerakan seperti itu sebanyak 3 kali.

4. Melatih gerakan dengan kepala miring, yaitu dengan mencoba untuk tetap telinga bagian kiri ke bahu kiri anda. Tahan pada posisi tersebut sampai 15 detik, kemudian lakukan pada telinga sebaliknya. Ulangi setiap bagian telinga masing-masing sebanyak 3 kali.

5. Duduk dengan posisi punggung yang lurus dan mata terbuka dan kemudian berdiri. Pada saat Anda berdiri, tutup mata anda dan ulangi gerakan tersebut sebanyak 3 kali.

6. Melatih gerakan bola mata anda untuk bergerak ke kanan dan ke kiri secara horizontal dengan mata terbuka. Ulangi pada setiap arah masing-masing 3 kali. Yang kemudian di lanjutkan dengan menggerakkan bola mata ke atas dan ke bawah secara vertikal yang dilakukan masing-masing sebanyak 3 kali juga sama seperti gerakan awal.

7. Lakukan praktek pada otot mata dengan mengikuti gerakan kemana arah objek yang bergerak, fokuskan mata anda pada obyek stasioner yang bergerak.

Posted in Gejala Vertigo | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mencegah Vertigo

Cara mencegah vertigo dengan cara tidak bangun secara tiba-tiba dari tempat duduk anda. Gejala vertigo adalah keadaan pusing seperti berputar-putar. Penyakit gejala vertigo adalah munculnya rasa sakit yang dahsyat di bagian kepala anda, sehingga anda dapat kehilangan keseimbangan. Rasa sakit yang muncul pada gejala vertigo ini bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti ketegangan yang terjadi pada saraf anda, kelelahan fisik dan piskis, kurangnya asupan gizi dari makanan yang anda konsumsi, serta kurangnya oksigen dalam darah.

Cara Mencegah Vertigo

Cara Mencegah Vertigo

Gejala vertigo :

1. Munculnya keadaan pusing yang luar biasa. Penderita akan merasakan sekelilingnya seakan-akan berputar-putar. Keadaan pusing yang diderita dapat di ibarat ketika bumi terombang-ambing yang disebabkan oleh gangguan keseimbangan yang berpusat di area labirin atau rumah siput di daerah telinga.

2. Mual-mual yang terjadi sepeti ingin muntah

3. Paling sering terjadi muntah yang di akibat dari rasa mual muncul.

4. Gerakan mata si penderita yang abnormal atau melebihi dari batas normal.

5. Tiba – tiba akan muncul keringat dingin yang anda rasakan.

6. Telinga anda yang sering terasa berdenging namun tidak jelas penyebabnya.

7. Mengalami kesulitan untuk bicara karena rasa sakit yang ditimbulkan dari gejala vertigo yang anda rasakan.

8. Mengalami kesulitan untuk berjalan karena merasakan sensasi gerakan berputar yang sangat hebat.

9. Pada keadaan tertentu, anda juga bisa mengalami gangguan penglihatan anda.

Penyakit vertiho ini dapat dicegah dengan cara mencegah vertigo yang alami yang dapat anda lakukan sendiri dirumah kapanpun ketika penyakit anda tiba-tiba muncul.

Beberapa cara mencegah vertigo, antara lain :

– Tidur dengan posisi kepala agak tinggi dibanding dengan posisi badan dapat membantu anda untuk mencegah gejala vertigo datang pada diri anda.

– Bangun secara perlahan dan usahakan untuk duduk terlebih dahulu sebelum bangkit dari tempat tidur anda agar tidak terserang penyakit vertigo.

– Usahakan untuk selalu menghindari posisi membungkuk seperti saat anda sedang mengangkat barang atau sedang membasuh kaki di kamar mandi.

– Hindari posisi mendongakkan kepala, misalnya untuk mengambil suatu benda dari ketinggian atau hanya sekedar melihat kelangit.

Selain cara mencegah vertigo diatas untuk anda yang sudah menderita gejala vertigo ada beberapa cara untuk mengobati vertigo tersebut. Cara yang dapat anda lakukan untuk mengobati vertigo antara lain seperti:

–        Mengetahui penyebab gejala vertigo akan memudahkan dokter anda untuk menentukan jenis pengobatan dan perawatan apa yang terbaik yang bisa digunakan untuk mengurangi dan mengobati vertigo yang anda derit.

–        Menjalankan pola hidup yang sehat dapat digunakan sebagai cara mencegah vertigo dan mengobati gejala vertigo yang muncul pada diri anda. Dengan mengkonsumsi buah dan sayur yang mengandung banyak vitamin C,B dan mineral lainnya yang dapat membantu memperbaiki atau melindungi diri anda dari kerusakan sistem.

–        Mengkonsumsi kulir manggis yang mengandung senyawa antioksidan, Vitamin B1, B2 dan Vitamin C serta kaya akan kandungan mineral yang dapat mencegah kerusakan pada sel tubuh yang diakibatkan dari serangan radikal bebas. Kulit manggis dipercaya mampu menjadi cara mencegah vertigo dan mencegah penyakit yang merusak sistem syaraf dengan cara melindungi protein yang akan diserap tubuh anda, Serta jaringan dan organ-organ tubuh lainnya yang membutuhkan asupan vitamin yang terkandung dalam kulit manggis itu sendiri.

–        Tataplah dengan fokus pada sebuah objek yang berada di tempat yang jauh. Menutup mata dan berbaring justru bisa membuat gejala vertigo yang anda alami semakin parah. Sebagian kasus dari gejala vertigo disebabkan oleh infeksi telinga bagian dalam.

–        Reposisi canalith akan berguna untuk meringankan penyakit vertigo yang disebabkan oleh benign paroxysmal positional vertigo. Jenis vertigo ini merupakan yang paling sering menyerang manusia. Reposisi canalith melibatkan berbagai gerakan kepala untuk mengembalikan cairan di telinga bagian dalam. Prosedur ini umumnya diajarkan dokter ke pasien, jika pasien memerlukannya dan termasuk cara mencegah vertigo pada diri anda.

Pada gejala vertigo yang anda rasakan ternyata memiliki beberapa janis yang mempengaruhi penyakit vertigo anda taitu jenis vertigo vestibules yang memiliki jenis yang berbeda pula.

Jenis dari vestibuler adalah seperti dibawah ini:

  1. Vertigo posisi jinak(benign paroksismal positional vertigo).BPV sejauh ini merupakan penyebab paling umum dari penyakit vertigo. Vertigo positif jinak ini merupakan hasil dari kristal kalsium karbonat yang mengambang bebas yang secara tidak sengaja memasuki lengan panjang kanalis semisirkularis posterior. Normalnya kristal ini melekat pada makula utricular. Dengan adanya perubahan posisi, kristal bergerak dalam endolymph dan menggantikan cupula sehingga menyebabkan penyakit vertigo muncul pada diri anda.
  2. vestibulopathy perifer akut (neuritis vestibular) yang merupakan salah satu jenis pemnyakit epidem dan dapat mempengaruhi beberapa anggota keluarga yang sama sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada saat musim semi atau awal musim panas. Faktor-faktor resiko yang timbul dari penyakit ini adalah menunjukkan bahwa penyakit ini merupakan infeksi virus dan studi patologis menunjukkan atrofi dari satu atau lebih dari batang saraf vestibular, yang paling sesuai dengan proses infeksi atau pascainfeksi.
  3. Sindrom Meniere. Berdasarkan dari temuan patologis, prinsip dari penyakit gejala vertigo ini adalah dengan adanya peningkatan volume endolimfe yang memiliki hubungan dengan distensi seluruh sistem endolimfatik (hidrops endolymphatic). Pecahnya membran labirin mungkin dapat menjelaskan karakteristik mendadak dari episode-episode pada sindrom ini.

 

 

Posted in Gejala Vertigo | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Vertigo Perifer

Vertigo perifer yang dibagi dalam tiga jenis. Vertigo merupakan bagian atau gejala dari suatu penyakit, namun bukan termasuk penyakit yang membahayakan. Vertigo menurut etiologinya  terbagi menjadi tipe perifer, etiologinya idiopatik.

Kasus terjadinya vertigo idiopatik sebanyak 49 %, trauma 18 %, labirintitits viral 15 %, lain-lain (sindrom meniere 2%, pascaoperasi telinga 2 %, pascaoperasi non telinga 2 %, ototoksisitas 2 %, otitis sifilitika 1 % dan lainnya 3 %).

Vertigo perifer

Vertigo perifer

Beberapa faktor predisposisi lain yang mencetuskan terjadinya vertigo adalah :

  1. Kurangnya pergerakan aktif, sehingga saat mengalami perubahan posisi mendadak akan timbul sensasi vertigo.
  2. Peminum alkohol berat memiliki faktor seperti perasaan cemas, terhisap zat kimia, dan berada dalam ruang yang tertutup dan panas.
  3. Pascaoperasi mayor
  4. Gangguan pada pengelihatan yang mengakibatkan terjadinya gangguan pada keseimbangan tubuh dan memicu penyakit vertigo.
  5. memungkinkan sistem vestibular untuk terus mengakomodasi perubahan yang terjadi. Sehingga pada akhirnya manifestasi klinis yang dihasilkan berupa sensasi samar ketidakseimbangan dan bukan vertigo akut.

Jika Anda memiliki vertigo Medisource BPPV penyebab perifer vertigo umum dari vertigo mirip dengan sifat jangka pendek dari penyakit dan bagaimana memperlakukan vertigo adalah perpanjangan alami murah maxs perifer vertigo dan pusing gejala pusing dapat merusak perangkat kehilangan informasi input.

Gejala vertigo vestibular perifer adalah pandangan kabur, letih, lesu, sakit kepala, detak jantung cepat, kehilangan keseimbangan, kehilangan konsentrasi, nyeri otot terutama di leher dan punggung, mual, muntah, kemampuan kognitif menurun, serta sensitif terhadap cahaya dan bunyi.

Durasi gejala pada vertigo perifer terjadi dalam hitungan menit, harian, mingguan, namun berulang (recurrent). Penyebab umum vertigo jenis perifer adalah infeksi (labyrinthitis), Ménière’s, neuronitis, iskemia, trauma, toksin. Penyebab umum vertigo sentral adalah vaskuler, demyelinating, neoplasma.

Intensitas vertigo jenis perifer sedang hingga berat, mual (nausea) dan muntah (vomiting) umumnya terjadi pada vertigo jenis perifer. Vertigo jenis perifer umumnya berhubungan dengan posisi (positionally related. Kehilangan pendengaran (hearing loss) hingga ketulian (deafness) umumnya terjadi pada vertigo perifer.

Vertigo jenis perifer beronset akut (waktunya singkat atau serangannya cepat terjadi). Tinnitus (telinga berdenging) seringkali menyertai vertigo jenis perifer. Pada vertigo jenis perifer tidak ada defisit neurologis. Sifat nystagmus pada vertigo jenis perifer adalah fatigable, berputar (rotary) atau horisontal, dan dihambat oleh fiksasi okuler.

Penyakit gejala vertigo perifer dibagi menjadi 3 bagian yaitu migrain vistabuler, penyakit meniere, dan neuritis vestibuler.

MIGRAIN VISTABULER

Merupakan kelainan yang disebabkan akibat vertigo perifer. Kelainan yang menyebabkan vertigo spontan dan bersifat apisodik. Migrain vistabuler lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pada pria dengan perbandingan 5:1.

Tanda dan gejala migrain vistabuler.

Migrain ditunjukkan dnegan adanya rasa nyeri pada kepala unilateral yang progresif yang disertai dengan gejala vertigo. Gejala vertigo perifer memiliki durasi yang berfariasi mulai dari beberapa detik hingga beberapa hari. Beberapa gejala lain yang muncul sepeti intoleransi pergerakan kepala. mual, muntah, pusing, penurunan tajam pengelihatan bila dipengaruhi dati fotofobia, nyeri pada leher, ansietas dan gangguan pendengaranyang terjadi biasanya ringan.

Faktor resiko dari jenis vertigo perifer migrain vistabuler.

–        Mentruasi

–        gangguan tidur

–        stress yang berlebihan

–        hipoglikemia

–        jenis makanan spesifik

–        perubahan cuaca yang tak menentu.

PENYAKIT MENIERE

Penyakit yang terjadi pada gangguan keseimbangan terutama saat berdiri yang mengakibatkan penderita vertigo perifer tidak mampu untuk berdiri tegak. Penyakit meniere biasanya menyerang pasien yang sudah berusia 50 tahun keatas.

Diagnosis penyakit meniere

Diagnosis untuk penyakit ini dapat ditegakkan dengan beberapa kriteria diagnosis yaitu:

–        adanya vertigo perifer yang timbul.

–        fluktuasi gangguan pendengaran beberapa tuli syaraf.

–        tidak terdapat kemungkinan penyebab gangguan keseimbangan sentral.

Terapi yang dapat dilakukan untuk penderita penyakit meniere antara lain seperti obat diuretik, antikolinergik, antiemetik, vasodilator, antiiskemia, neurotonik.

NEURITIS VESTIBULER.

Yang merupakan disfungsi dari vertigo perifer yang bersikap akut. Disfungsi di akibatkan dari inflamasi pada syaraf telinga bagian dalam. Penyakit ini terjadi pada manusia di pertengahan yaitu diatas 40 tahun.

Tanda dan gejala utama dari penyakit ini yang dikeluhkan oleh pasien karena penyakit vertigo perifer yang diderita terasa sangat berat dan disertai dengan mual dan muntah. vertigo ini lebih berat pada pergerakan kepala dan biasanya terada pada saat anda bangun pagi. Vertigo biasanya menyerang selama beberapa jam dan terasa semakin berat. Dalam beberapa hari vertigo akan semakin berat dan kemudian menjadi ringan pada beberapa minggu. Gangguan keseimbangan pada pasien terjadi selama beberapa bulan. Sedangkan tandanya yang paling utama adalah adanya nistagmus spontan dan horizontal. Hal ini disebabkan oleh adanya penelusuran sinyak vertibuler dari telinga yang sakt.

Pemeriksaan.

Pemeriksaan pada penyakit ini berupa anamnesis dengan menemukan tanda dan gejala yang diderita pada pasien. Pemeriksaan keseimbangan yang dapat dilakukan yaitu:

–        pemeriksaan stimulasi kalori, yang menunjukkan tidak adanya respons pada telinga yang terganggu.

–        pemeriksaan rombeng, yang menunjukkan pasien jatuh ke sisi lesi.

–        menuber hallpike yang menunjukkan adanya nistagmus satu arah yang terjadi bila mata melirik ke arah telinga yang lesi.

Selain itu juga dapat dilakukan dengan pemeriksaan audiometri, ENG, dan VNG yang dapat berperan dalam menentukan perberdaan fungsi keduan telinga anda.

Diagnosis banding pada penyakit ini seperti BPPV, vertigo sentral, labirintitis, migrain, dan stroke.

Posted in Gejala Vertigo | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penatalaksanaan Vertigo

Penatalaksanaan vertigo yang dapat dilakukan setelah diagnosis penyakit gejala vertigo itu sendiri. Vertigo sebenarnya bukanlah bagian dari suatu penyakit berbahaya, hanya saja vertigo jika berlarut-larut dapat menyebabkan gangguan kesehatan, kemudian timbullah penyakit yang tidak diinginkan.

Sebelum memulai pengobatan, harus menentukan sifat dan penyebab dari vertigo. Dilihat dari gerakan mata yang tidak normal menunjukkan adanya kelainan fungsi di telinga bagian dalam atau saraf yang menghubungkan langsung pada otak.

penatalaksanaan vertigo

penatalaksanaan vertigo

Nistagmus merupakan gerakan mata yang cepat dari arah kiri ke kanan atau dari atas ke bawah. Dengan menggarahkan arah tersebut bisa membantu dalam melakukan pemeriksaan dan diagnosa. Ketika diagnosa berlangsung dapat dilakukan suatu pergerakan yakni dengan merangsang gerakan kepala penderita secara tiba-tiba atau dengan meneteskan setetes air ke dalam dinding telinga dalam.

Biasanya, ketika dilakukan diagnosa, penderita vertigo diminta untuk menguji keseimbangan dengan berdiri kemudian berjalan dalam satu garis lurus, awalnya dilakukan dengan mata terbuka dan kemudian diulang dengan mata tertutup.

Selain diagnosa dengan tes penglihatan, kini penderita vertigo melakukan tes pendengaran. Umumnya penderita vertigo ketika melakukan tes pendengaran akan merasa kesulitan. Tes pendengaran ini seringkali dilakukan oleh para ahli medis karena dapat membantu menentukan ada tidaknya kelainan telinga yang mempengaruhi keseimbangan dan pendengaran.

Pemeriksaan lainnya adalah dengan menggunakan CT Scan atau MRI kepala yang dapat membantu mendiagnosa, apakah ada kelainan yang terjadi pada tulang atau tumor yang menekan saraf di otak. Jika diduga terdapat penurunan aliran darah di sekitar otak, maka dilakukan pemeriksaan angiogram, untuk melihat adanya sumbatan pada pembuluh darah yang menuju ke otak.

Gejala Vertigo

Gejala vertigo merupakan gejala yang dirasakan pada suatu kondisi kesehatan yang ditandai oleh sensasi pusing yang tidak diinginkan. Penyakit vertigo membuat tubuh terasa ditarik dari satu sisi ke sisi lain dan sering diperparah dengan sensasi berputar.

Tergantung pada apa yang menjadi penyebab penyakit gejala vertigo ini, gejala vertigo bisa meliputi mual dan gangguan keseimbangan yang disertai dengan sakit kepala, peka terhadap cahaya, nyeri otot, dan kelelahan. Beberapa kondisi yang menjadi penyebab vertigo seperti penyakit meniere yang biasanya diiringi dengan ering di telinga, gangguan pendengaran, atau tekanan di dalam telinga.

Diagnosis vertigo

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa sebelum ada penatalaksaan vertigo akan dilakukan diagnosis terlebih dahulu. Vertigo patogologis bisa memiliki bermacam-macam jenis. Ada yang sementara atau persisten, fungsional atau struktural penurunan nilai vestibular atau nilai visual dari vertigo tersebut, atau sistem proprioseptif atau dari pusat integratif melalui suatu mekanisme juga menyebabkan adanya rasa ketidakcocokan. Dengan kata lain banyak hal yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu sebelum menentukan diagnosis dari gejala vertigo.Evaluasi vertigo memiliki dua tujuan mendasar yakni: menentukan lokalisasi sumber asalnya dan menentukan etiologinya/penyebabnya.

Penggunaan obat-obatan seperti strepromisin, kanamisin,salisilat, antimalaria, dll yang diketahui ototoksik/vertibulotoksik dan adanya penyakit sistemik aeperti anemia, penyakit jantung, hipertensi, hipotensi, penyakit paru yang juga perlu ditanyakan.

Penyakit vertigo dapat disebabkan karena adanya penyakit sistem syaraf pusat atau gangguan sisten syaraf pusat karena penyakit seperti mulitiple sclerosis, kerusakan leher, tumor, atau stroke yang bisa menimbulkan gejala vertiko.

Pemeriksaan fisik yang ditujukan untuk mneliti faktor penyebab dari penyakit vertigo baik kelainan sistemik atau neurologik dapat berupa pemeriksaan fungsi pendengaran dan keseibangan, gerak bola mata, dan fungsi serebelum.

Penatalaksanaan Vertigo Pemeriksaan Fisik Umum
Pemeriksaan fisik diarahkan ke kemungkinan penyebab sistemik, tekanan darah diukur dalam posisi berbaring,duduk dan berdiri, bising karotis, irama (denyut jantung) dan pulsasi nadi perifer juga perlu diperiksa.

Pemeriksaan neurologis dilakukan dengan perhatian khusus pada:

  1. Uji Romberg penatalaksanaan vertigo dengan penderita berdiri dengan kedua kaki dirapatkan, mula-mula dengan kedua mata terbuka kemudian tertutup. Biarkan pada posisi demikian selama 20-30 detik. Harus dipastikan bahwa penderita tidak dapat menentukan posisinya.
  2. Tandem Gait penatalaksanaan vertigo dengan penderita yang berjalan lurus dengan tumit kaki kiri/kanan diletakkan pada ujung jari kaki kanan/kiri ganti bergantipenderita akan cenderung jatuh.
  3. Uji Unterberger: penderita berdiri dengan kedua lengan lurus horisontal ke depan dan jalan di tempat dengan mengangkat lutut setinggi mungkin selama satu menit. Penderita akan menyimpang/berputar ke arah lesi dengan gerakan seperti orang melempar cakram.
  4. Uji Tunjuk Barany penatalaksanaan vertigo dengan jari telunjuk penderita ekstensi dan lengan lurus ke depan, penderita disuruh mengangkat lengannya ke atas, kemudian diturunkan sampai menyentuh telunjuk tangan pemeriksa. Hal ini dilakukan berulang-ulang dengan mata terbuka dan tertutup.
  5. Uji Babinsky-Weil: Pasien dengan mata tertutup berulang kali berjalan lima langkah ke depan dan lima langkah ke belakang seama setengah menit

Pemeriksaan Khusus Oto-Neurologis
Pemeriksaan penatalaksanaan vertigo ini untuk menentukan apakah letak lesinya di sentral atau perifer. Perifer (benign positional vertigo): vertigo dan nistagmus timbul setelah periode laten 2-10 detik, hilang dalam waktu kurang dari 1 menit. Sentral: tidak ada periode laten, nistagmus dan vertigo ber-langsung lebih dari 1 menit.

TERAPI PENATALAKSANAAN VERTIGO

Tujuan dilakukan pengobatan pada penyakit vertigo ini, selain untuk kausal (jika ditemukan penyebabnya), ialah untuk memperbaiki adanya rasa ketidak seimbangan vestibuler melalui modulasi transmisi saraf yang pada umumnya sapat digunakan obat yang bersifat antikolinergik.

Posted in Gejala Vertigo | Tagged , , , , | Leave a comment